Showing posts with label MAKALAH KESENIAN. Show all posts
Showing posts with label MAKALAH KESENIAN. Show all posts

MAKALAH OLAHRAGA BOLA




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Permainan bola voli pertama kali muncul Pada tahun 1895 oleh William C. Morgan, seorang direktur YMCA di Holyke, Massachusetts, menemukan sebuah permainan bernama mintonette dalam usahanya memenuhi keinginan para pengusaha lokal yang menganggap permainan bola basket terlalu menghabiskan tenaga dan kurang menyenangkan. Permainan ini cepat menarik perhatian karena hanya membutuhkan sedikit ketrampilan dasar, mudah dikuasai dalam jangka waktu latihan yang singkat, dan dapat dilakukan oleh pemain dengan berbagai tingkat kebugaran.

Permainan aslinya dahulu menggunakan bola yang terbuat dari karet bagian dalam bola basket. Peraturan awalnya membebaskan berapa pun jumlah pemain dalam satu tim. Pada tahun 1896 nama permainan ini diubah oleh Alfred T. Halstead, yang setelah menyaksikan permainan ini, menganggap bahwa bola voli lebih sesuai menjadi nama permainan ini mengingat ciri permainan ini yang dimainkan dengan melambungkan bola sebelum bola tersebut menyentuh tanah

B.     Rumusan Masalah
1.      Sejarah Permainan Bola Voli
2.      Penghitung Angka


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Sejarah Permainan Bola Voli
Permainan bola voli pertama kali muncul Pada tahun 1895 oleh William C. Morgan, seorang direktur YMCA di Holyke, Massachusetts, menemukan sebuah permainan bernama mintonette dalam usahanya memenuhi keinginan para pengusaha lokal yang menganggap permainan bola basket terlalu menghabiskan tenaga dan kurang menyenangkan. Permainan ini cepat menarik perhatian karena hanya membutuhkan sedikit ketrampilan dasar, mudah dikuasai dalam jangka waktu latihan yang singkat, dan dapat dilakukan oleh pemain dengan berbagai tingkat kebugaran.
Permainan aslinya dahulu menggunakan bola yang terbuat dari karet bagian dalam bola basket. Peraturan awalnya membebaskan berapa pun jumlah pemain dalam satu tim. Pada tahun 1896 nama permainan ini diubah oleh Alfred T. Halstead, yang setelah menyaksikan permainan ini, menganggap bahwa bola voli lebih sesuai menjadi nama permainan ini mengingat ciri permainan ini yang dimainkan dengan melambungkan bola sebelum bola tersebut menyentuh tanah (volleying).

B.     Penghitungan angka
Aturan permainan dari bola voli adalah:
1.      Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai
2.      Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai
Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah berukuran 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2.43 meter dan untuk net putri 2.24 meter. Garis batas penyerangan untuk pemain belakang, jarak 3 meter dari garis tengah ( sejajar dengan net ). Untuk ukuran garis tepi lapangan adalah 5 cm.
 Permainan bola voli diciptakan oleh William C. Morgan tahun 1895. bola voli dikenal di Indonesian melalui orang-orang Belanda yang bertugas sebagai guru di Hogere burger School.
Pada tahun 1948, berdirilah organisasi bola voli dunia yang dinamai FIVB (Federation Internationale de VolleyBall). Di Indonesia, organisasi bola voli diberi nama Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia. (PBSI) yang berdiri pada tahun 1955.
1.      Pengertian Bola Voli
                 Permainan bola voli adalah jenis permainan bola tangan yang dimainkan dengan cara memukul atau memantulkan bola kearah lawan, sedangkan pihak lawan berusaha untuk mempertahankan agar bola tidak jatuh ke tanah. Tujuan permainan bola voliadalah memperagakan teknik dan taktik memainkan bola di lapangan untuk meraih kemenangan.
2.      Perlengkapan Permainan
Berikut ini beberapa perlengkapan permainan bola voli.
a.        Bola Voli
Bola voli dibuat dari bahan kulit. Bola voli memiliki keliling 65 – 67 cm dengan berat 200 – 280 gram dan tekanan 294,3 – 318,82 hpa.
b.        Lapangan
Lapangan bola voli memiliki ukuran panjang 18 m dan lebar 9 m. di tengah lapangan diberi net yang membagi lapangan menjadi dua sama panjang. Net pada permainan bola voli terdiri dari jaring dan antena.
c.        Perlengkapan Pemain
Perlengkapan pemain terdiri atas baju, celana pendek, dan sepatu olahraga. Nomor pemain terletak di bagian belakang dan bernomor 1- 18. sepatu harus ringan dan lentur dengan sol dari karet atau kulit tanpa hak.
3.      Peraturan Permainan Bola Voli
a.       Permainan bola voli dimainkan oleh dua tim,masing-masing terdiri dari enam orang. Setiap regu berhak untuk mendaftarkan satu pemain khusus bertahan yang disebut libero. Penggantian pemain diperbolehkan sebanyak enam kali.
b.      Perolehan Angka
      Satu set dimenangkan oleh regu yang lebih dahulu mendapat angka 25, kecuali pada set penentuan atau set ke-5. Apabila terjadi jus (deuce) pada skor pertandingan 24 : 24 maka permainan dilanjutkan sampi kedua regu mendapat selisih dua angka.
4.      Teknik-teknik Bola Voli

C.    Servis (service)
1.      Servis bawah
     Servis bawah dilakukan dengan cara berdiri di belakang garis servis, dengan kaki kiri berada lebih kedepan daripada kaki kanan. Bola dipegang dengan tangan kiri, bola dilambungkan ke atas tidak terlalu tinggi dan pada saat itu tangan kanan ditarik kebelakang punggung. Setelah bola yang dilambungkan berada didepan kira-kira setinggi pinggang segera tangan kanan diayunkan ke arah depan agak ke atas untuk memukul bola.
2.      Servis atas
    servis atas dilakukan dengan cara berdiri di belakang garis servis dengan kaki kangkang atau kaki kiri didepan. Bola dipegang dengan tangan kanan,tangan kiri memegang bola bagian atas. Lambungkan bola keatas 50 cm diatas kepala,tangan kanan ditarik ke belakang atas kepala. Ketikan posisi bola berada sejankauan tangan,segera bola dipukul dengan telapak tangan .

D.      Passing
a. Passing bawah
     passing bawah dilakukan berdiri kangkang,kaki sejajar atau berdiri dengan salah satu kaki kedepan,lutut agak ditekuk. Kedua ujung tangan disatukan,lengan diputar kedalam hingga menjadi bidang yang rata untuk menerima bola. Pada saat tangan akan kontak dengan bola, tangan dan lengan diturunkan terjulur lurus ke bawah depan, siku lurus. Perkenaan bola dipergelangan tangan.
b. Passing atas
   passing atas dilakukan dengan cara berdiri kangkang kaki sejajar atau berdiri dengan salah satu kaki di depan kaki lainnya, lutut agak ditekuk. Kedua tangan siap berada didepan dada dengan siku ditekuk. Jari-jari tangan direnggangkan, ibu jari dan telunjuk membentuk segitiga, dan perkenaan bola pada bagian dalam atas jari-jari.

MAKALAH KERAJINAN BAHAN KERAS

MAKALAH KERAJINAN BAHAN KERAS
Hy Gays, selamat sore, sebelum saya mau berbagi mengenai Makalah yang sesuai dengan content pada judul diatas, saya mengucapkan banyak – banyak terima kasih pada pengunjung setia www.globalmakalah.blogspot.co.id.


Kali ini saya akan membagikan kepada anda mengenai makalah Kerajinan Bahan Keras , dimana makalah ini berisi tentang sebagai berikut :

1.       Kata Pengantar
2.       Bab I Pendahuluan
3.       Bab II Pembahasan
4.       Bab III Penutup
5.       Daftar Pustaka

Sebelum, anda mendownload filenya anda bisa lihat Demo/ Reviewnya terlebih dahulu, Kenapa ?, karena jika anda Review anda bisa lihat secara langsung isi makalah tersebut, jika cocok/sesuai dengan keinginan anda, jika sesuai anda tinggal tekan download di bawah ini  ok :


Gimana sudah didownload, gampangkan downloadnya, jika anda suka dengan file yang saya bagikan anda boleh tinggalkan komentar di bawah ini.
Semoga bermanfaat good by

MAKALAH TENTANG BATIK INDRAMAYU

MAKALAH BATIK INDRAMAYU

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Kali ini saya akan mencoba membuat Makalah yang berjudul Makalah Batik Indramayu, dimana pembahasanya mengenai penjelasan Batik daerah indramayu, sejarah dan serta nama jenis Batik yang ada di Indramayu untuk selengkapnya anda bisa simak makalahnya di bawah ini :

Kalau yang tidak mau copy and paste anda bisa download filenya di bawah ini   DOWNLOAD

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Secara geografis daerah Indramayu termasuk daerah pantai yang berbatasan dengan laut Jawa di sebelah utara dan timur. Di sebelah Indramayu adalah Cirebon, Majalengka, dan Sumedang. Di sebelah barat berbatasan dengan Subang. Batas dari daerah Jawa dan Sunda sulit ditentukan secara tepat, tetapi garis batas itu dapat digambarkan sekitar sungai Citanduy dan sungai Cijulang di sebelah selatan, dan kota Indramayu di sebelah utara.
Indramayu merupakan wilayah pesisir yang banyak memiliki kekayaan budaya. Indramayu, sama halnya dengan Cirebon pernah menjadi pelabuhan perdagangan internasional. Indramayu dan Cirebon memiliki kedekatan sebagai daerah pesisiran yang memiliki hubungan budaya dan kekerabatan yang kuat. Dengan sendirinya ada beberapa batik yang memiliki kesamaan atau memiliki penafsiran yang sama, seperti pada motif batik Kapal Kandas yang melambangkan kematangan dan kedewasaan. Penggambaran motif batik burung yang dipengaruhi oleh budaya Cina seperti yang terdapat di kota Cirebon, ternyata juga ditemukan di kota Indramayu.
Keberadaan batik Indramayu diperkirakan mulai pada masa kerajaan Islam Demak (1527 -1650) dimana banyak perajin batik tulis dari Lasem hijrah ke kota Indramayu, bersamaan dengan penyebaran pengaruh kerajaan Islam Demak yang berlatar belakang politis dan perdagangan. Sentra batik kota Indramayu terletak di  dua kecamatan, yaitu kecamatan Indramayu, desa Paoman dan desa Pabean Udik, sementara di wilayah kecamatan Sindang, desa Penganjang, desa terusan, dan desa Babadan. Lokasi satu desa dengan desa lainnya saling berdekatan sehingga dijadikan sentra kerajinan batik Indramayu.
Dikutip dari sumber : https://batik-tulis.com/blog/batik-indramayu/  
B.     Rumusan Masalah
1.      Batik Menurut Para Ahli
2.      Sejarah Batik di daerah indramayu
3.      Corak Batik Indramayu
4.      Nama – Nama Batik yang ada di Indramayu


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Definisi Batik
Batik menurut Santosa Doellah, Batik adalah sehelai kain yang dibuat secara tradisional dan terutama juga digunakan dalam matra tradisional, memiliki beragam corak hias dan pola tertentu yang pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan lilin batik sebagai bahan perintang warna. Oleh karena itu, suatu kain dapat disebut batik apabila mengandung dua unsur pokok, yaitu jika memiliki teknik celup rintang yang menggunakan lilin sebagai perintang warna dan pola yang beragam hias khas batik.
Batik menurut Afif Syakur, adalah serentang warna yang meliputi proses pemalaman (lilin), pencelupan (pewarnaan) dan pelorotan (pemanasan), hingga menghasilkan motif yang halus yang semuanya ini memerlukan ketelitian yang tinggi.
Menurut Irwan Tirta, Pengertian Batik adalah teknik menghias kain atau testil dengan menggunakan lilin dalam proses pencelupan warna, yang semua proses tersebut menggunakan tangan.

B.     Sejarah Batik Daerah Indramayu

Batik Indramayu sering juga disebut Batik Dermayon, tergolong batik pesisir. Batik pesisir yang lebih dikenal adalah Batik Pekalongan, batik Cirebon, Batik Madura.
Batik Tradisional Indramayu memiliki ciri khas tersendiri, corak-coraknya yang khas tidak dijumpa pada batik daerah lain walaupun ada kesamaan dalam hal ragam dan hias dengan batik lain, gaya serta pewarnaan pada batik Indramayu tetap berbeda. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang datang dari luar dengan berbagai unsur antara lain kepercayaan, lingkungan dan adat istiadat.
Dalam hal motif dan warna batik, nyata sekali perbedaannya antara batik klasik Indramayu dengan batik klasik Cirebon (Trusmi ). Batik Indramayu banyak mendapat pengaruh dari daerah pesisir utara Jawa Tengah (Lasem), sedangkan batik Cirebon mendapat pengaruh dari daerah pedalaman Jawa Tengah (Pengging Solo).
Pembuatan batik klasik Indramayu diperkirakan sudah dimulai pada masa kerajaan Demak (Tahun 1527), karena banyak pengrajin dari Lasem yang hijrah ke Indramayu. Oleh karena itu batik Indramayu ada yang hampir sama motifnya dengan motif Lasem yang didalamnya sudah dipengaruhi oleh motif Cina. Meskipun begitu, batik dari Jawa Tengah ini masuk ke Indramayu melalui perantara pedagang-pedagang yang mondar- mandir antara Jepara dan Banten.
Ki Gede Trusmi dan Ki Gede Pengging ( Kebo Kenanga ) adalah murid Syekh Lemahabang. Mungkin banyak orang-orang dari Pengging-Solo yang hijrah ke Trusmi dan disana mereka mengembangkan industri batik sampai sekarang.
Dengan demikian, dapatlah kita pastikan bahwa industri batik di Indramayu sudah berkembang sejak zaman Demak, sedangkan di Cirebon ( Trusmi ) baru berkembang pada zaman Pajang. Mungkin sesudah orang Pajang runtuh (Tahun 1585 ) banyak orang Pajang yang hijrah ke Trusmi dan disana mengembangkan industri batik.
Terlepas dari polemik siapa yang lebih dahulu menguasai seni batik beserta jenis ragam hiasnya, daerah Cirebon dan Indramayu sama-sama merupakan kota pelabuhan dan kota dagang dengan letak geografis berdekatan sehingga saling mempengaruhi dalam ragam hias batik tidak terelakan.
Hal yang menarik adalah corak batik kedua daerah tersebut mempunyai perbedaan yang besar selain beberapa kesamaan. Ciri ragam hias batik lndramayu adalah ungkapan rupa yang datar, lugas, sederhana dan tidak mengandung makna simbolis, sedangkan ragam hias batik Cirebon berdasarkan makna perlambangan, aturan tertentu, pola penggambaran perspektif seperti lukisan, karakter garis halus dan detil, warna khas kuning Cirebon. Ragam hias batik lndramayu merupakan ciri khas pesisiran sedangkan ragam hias Cirebon tidak bisa sepenuhnya dikatakan pesisiran karena latar budaya keratonnya dominan. Indramayu sebagai kota pelabuhan yang menjualbelikan barang-barang dagangan seperti keramik dan sutera Cina, berperan mengenalkan pada masyarakat Indramayu keindahan ragam hias Cina.
Mukimnya masyarakat Cina di Indramayu menciptakan interaksi sosial budaya yang harmonis dengan penduduk lokal, dapat dilihat dari perpaduan dalam ragam hias batik lokal dengan budaya Cina. Kain-kain batik lndramayu pada dasarnya tidak memiliki tradisi pencantuman nama atau tanda tangan si pengrajin atau pengusaha, lain halnya dengan kain kain batik Pekalongan seperti batik Belanda dan Cina yang yang nama perancangnya dicantumkan, misalnya batik Van Zulyen. Dengan tidak adanya pencantuman nama tersebut, pencarian secara akurat siapa pembuat atau pemilik kain batik tersebut menemui kesulitan. Maka daerah pecinan yang menjadi tempat tinggal turun temurun masyarakat Cina di Indramayu menjadi salah satu sumber data sejarah perkembangan batik pengaruh Cina di Indramayu.
C.    Corak Batik Indramayu
Macam-macam motif batik indramayuBerikut ini adalah berbagai macam motif batik indramayu.
1.      Motif batik Etong yaitu motif batik yang menggambarkan berbagai macam satwa laut diantaranya ikan, udang, cumi, ubur-ubur dan kepiting.

gambar batik indramayu motif iwak etong
2.      Motif Batik Kapal Terdampar yaitu motif batik yang menyiratkan bahwa motif yang terbentuk adalah kapal nelayan.



gambar batik indramayu motif kapal terdampar

3.      Motif Batik Ganggeng yaitu motif batik yang menggambarkan jenis rumput laut yang dapat ditemukan di sekitar Pantai Utara Jawa.



gambar Batik indramayu Motif Ganggeng

Motif Batik Ganggeng mempunyai pengelompokan tersendiri berdasarkan pengguna serta warnanya :
o    Warna merah terang pada batik dipakai oleh wanita muda dalam masa subur.
o    Warna merah dan biru dipakai oleh wanita yang sudah mempunyai anak.
o    Warna merah ungu yang cenderung gelap dipakai oleh wanita lanjut usia
o    Warna hitam biasa dipakai untuk menyelimuti mayat.


  
4.      Motif Batik Kembang Gunda yaitu motif batik berupa tanaman yang ada di daerah pesisir pantai utara jawa seperti yang biasa menjadi lauk pecel.



gambar batik indramayu Motif kembang gunda


5.      Motif batik Swastika yaitu motif batik yang terbentuk pada masa penjajahan Jepang, menggambarkan sebuah simbol kekerasan yang terjadi pada saat penjajahan Jepang.


gambar batik indramayu motif swastika

6.      Motif batik Merak Ngibing yaitu motif batik yang menunjukkan keindahan burung merak.



gambar batik indramayu Motif Merak Ngibing


7.      Motif Batik Kereta Kencana yaitu motif batik yang menggambarkan Raja Wilarodra yang sedang beraktifitas di kandang kuda keraton tersebut.



gambar Batik indramayu Motif Kereta Kencana

Motif Batik Indramayu saat ini sudah mengalami banyak perubahan dari segi desain, fungsi, pewarnaan, dan motif batik itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh perkembangan jaman maupun adanya pengaruh-pengaruh dari sisi kehidupan manusia yang selalu menginginkan hal yang baru. Batik Indramayu pada awalnya terikat oleh aliran-aliran, seperti pada batik tradisional indramayu, kini sudah mengalami perubahan fungsi batik. Motif-motif yang dipakai sudah merupakan hasil perpaduan tradisional dan modern yang cenderung mendekati pada motif batik abstrak sebagai wujud peralihan dari tradisional dan modern. Tidak banyaknya makna simbolis pada motif batik Indramayu disebabkan oleh para pembatik yang lebih cenderung menganggap bahwa membatik itu selayaknya melukis tanpa maksud tertentu selain tertarik pada keindahan saja. Batik tulis indramayu sudah menjadi komoditi ekonomi yang dibuat berdasarkan selera pembeli dan tidak memakan waktu lama dalam proses pembuatan batik indramayu.
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Keberadaan batik Indramayu diperkirakan mulai pada masa kerajaan Islam Demak (1527 -1650) dimana banyak perajin batik tulis dari Lasem hijrah ke kota Indramayu, bersamaan dengan penyebaran pengaruh kerajaan Islam Demak yang berlatar belakang politis dan perdagangan. Sentra batik kota Indramayu terletak di  dua kecamatan, yaitu kecamatan Indramayu, desa Paoman dan desa Pabean Udik, sementara di wilayah kecamatan Sindang, desa Penganjang, desa terusan, dan desa Babadan. Lokasi satu desa dengan desa lainnya saling berdekatan sehingga dijadikan sentra kerajinan batik Indramayu.
Batik indramayu memiliki banyak motif yang sudah di perkenalkan dari mulai batik entog, Batik kereta dll.

REFERENSI  MAKALAH


Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indramayu, Buku Batik Indramayu. 2007

https://batik-tulis.com/blog/batik-indramayu/  


MAKALAH PEMBUATAN IKAN ASIN DENG-DENG TANJAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pengasinan merupakan suatu cara pengolahan ikan dengan hasil produk berupa ikanasin. Cara ini telah umum dilakukan dengan tujuan agar ikan lebih awet atau tahan lamapengasinan adalah suatu proses pengolahan ikan dengan caramemberikan garam sehingga mempunyai kandungan garam sangat tinggi yang kemudian dikeringkan.
Cara pengolahan tersebut telah lama dilakukan untuk beraneka ragam species ikan.Kegiatan penangkapan ikan asin di laut eretan telah cukup lama dilakukan, tetapimasih belum banyak dikenal mengenai proses pembuatannya, terutama bagaimana prospeknyadilihat dari sudut pandang ekonomi.Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian mengenai pembuatan ikan asin Deng-deng Tanjan yang dilakukan oleh pengelola, terutama untuk mengetahui kelayakan usaha ini..

B.     Perumusan Masalah
Pembuatan ikan asin , telah cukup lama berlangsung,yang sampai sekarang
masih dilakukan secara tradisional. Cara pengolahan ikan asin ini masih belum banyakdiminati, meskipun merupakan suatu cara yang relative mudah untuk mengawetkan ikan hasiltangkapan. Hal ini terutama karena masih belum diketahui bagaimana sebetulnya kelayakanusaha dari pengasinan ikan . Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan selain inginmengetahui proses pembuatan ikan asin , juga untuk mengetahui bagaimana kelayakanusaha dari pengasinan ikan Deng-deng Tanjan tersebut.

C.    Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara/proses pengasinan atau pembuatanikan asin  yang dilakukan oleh Pengelola ikan yang berada di tambak raya, serta dihitung kelayakanusahanya.

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai cara pembuatan ikan asin  dan kelayakan usahanya dilihat secara ekonomi. Hasil penelitianini diharapkan dapat juga bermanfaat bagi peneliti-peneliti selanjutnya.










BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian
Ikan asin adalah bahan makanan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan menambahkan banyak garam. Dengan metode pengawetan ini daging ikan yang biasanya membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka waktu berbulan-bulan. Beraneka jenis ikan yang biasa diasinkan, baik ikan darat maupun ikan laut. Ikan-ikan ini dikumpulkan dalam suatu wadah dan lalu ditaburi atau direndam dalam larutan garam pekat. Ikan-ikan yang besar biasanya dibelah atau dipotong-potong lebih dulu agar garam mudah meresap ke dalam daging.Karena perbedaan kepekatan dan tekanan osmosis, kristal-kristal garam akan menarik cairan sel dalam daging ikan keluar dari tubuhnya.
Sementara itu partikel garam meresap masuk ke dalam daging ikan. Proses ini berlangsung hingga tercapai keseimbangan konsentrasi garam di luar dan di dalam daging.Konsentrasi garam yang tinggi dan menyusutnya cairan sel akan menghentikan proses autolisis dan menghambat pertumbuhan baktei dalam daging ikan.
1.      Faktor-faktor yang berpengaruh
Kecepatan penetrasi garam ke dalam tubuh ikan dipengaruhi oleh beberapa hal. Di antaranya:

a.      Konsentrasi garam
Semakin tinggi konsentrasi garam yang digunakan, semakin cepat proses masuknya garam ke dalam daging ikan. Akan lebih baik apabila digunakan garam krital untuk mengasinkan.
b.      Jenis garam
Garam dapur murni (NaCI 95%) lebih mudah diserap dan menghasilkan ikan asin dengan kualitas yang lebih baik. Garam rakyat mengandung unsur-unsur lain (Mg, Ca, senyawa Sulfat), kotoran, bakteri dan lain-lain yang dapat menghambat penetrasi garam dan merusak rasa ikan.
c.       Ketebalan daging ikan
Semakin tebal daging ikan, proses pengasinan akan membutuhkan waktu yang semakin lama dan garam yang lebih banyak. Sehingga ikan-ikan besar biasanya dibelah-belah, dikeping atau diiris tipis sebelum diasinkan.
d.      Kadar lemak dalam daging
Kadar Lemak yang tinggi (di atas 2%) akan memperlambat penetrasi garam ke dalam daging ikan.
e.       Kesegaran daging ikan
Ikan yang kurang segar memiliki daging yang lebih lunak dan cairan tubuh yang mudah keluar, sehingga proses pengasinan bisa lebih cepat. Namun juga garam yang masuk dapat terlalu banyak sehingga ikan menjadi terlalu asin dan kaku.


f.       Suhu daging ikan
Semakin tinggi suhu daging ikan, semakin cepat garam masuk ke dalam tubuh ikan.Mengonsumsi ikan asin secara terus menerus itu dapat menyebabkan kanker, juga kanker nesofaring. Nasofaring adalah daerah tersembunyi yang terletak di belakang hidung berbentuk kubus. serta bagian bawah merupakan langit-langit dan rongga mulut. Ikan asin itu merupakan mediator utama dalam pembentukan dan perkembangan virus  Epstein-Barr.
Virus Epstein-Barr adalah virus yang berperan penting dalam timbulnya kanker nasofaring. Virus yang hidup bebas di udara ini bisa masuk ke dalam tubuh dan tetap tinggal di nasofaring tanpa menimbulkan gejala.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.    Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan adalah metode survei dan observasi lapang. Data yangdikumpulkan dilakukan dengan teknik wawancara tidak terstruktur yang antara lainmencakup cara penangkapan ikan asin, cara pembelian ikan asin, cara pengasinan danpenjualan.

B.     Jenis Penelitian
Penelitian yang digunakan adalah Penelitian SurveiYaitu dengan cara  memperoleh fakta dari gejala yang ada. Mencari keterangan secara faktual . dan Melakukan evaluasi secara lansung terhadap pengelola ikan asin.

C.    Sumber Informasi
Sumber Informasi kami  berasal dari seorang pengelola ikan asin yang berada di tambak, yang bernama Bapak Isal, yang telah memulai usaha pembuatan ikan asin  sejak tahun 2015.

D.    Analisis Data
Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptip. Sedangkan untukmengetahui kelayakan usaha (aspek ekonomi).

BAB V
HASIL PENELITIAN

A.    (W):”Bagaimana cara pembuatan ikan asin Deng-deng Tanjaan?”
(BAPAK ISAL):’Pertama-tama yaitu, melakukan tahap pembelahan dari ujung kepala sampai ujung  ekor menggunakan pisau lalu cara mengeluarkan isi daleman perut dengan cara menggunakan ibu jari (jempol tangan). Setelah itu, cuci ikan hingga bersih.Lalu berlanjut ketahap pemberian air garam ,untuk sebagai pangawet.Proses pengawetan berlangsung selama 1 malam. Lalu ikan di jemur dibawah sinar matahari.

B.     (W): ”Bagaimana cara mengetahui ikan masih segar?”
(BAPAKISAL): “Cara mengetahui ikan masih segar yaitu mata terlihat jernih, tidak berwarna merah, tidak berbau busuk(segar), kulit terlihat jernih, tidak mudah megelupas.”

C.    (W): “Bagaimana cara mengetahui ikan sudah busuk?”
(BAPAK ISAL): “Mata memerah, badan kelihaan kusam atau lesu, berbau tidak sedap, mata agak masuk ke dalam , dan mudah mengelupas.”

D.    (W): ”Bagaimana tahap pengolahan ikan Deng-deng Tanjan?”
(BAPAK ISAL):”Dengan cara tahap pembersihan, penggaraman, penjemuran (pengeringan), pengemasan dan penjualan.”
E.     (W):  ”Bagaimana cara proses pengeringan ikan deng-deng tanjan?”
(BAPAK ISAL): “Ikan  yang telah diproses dalam penggaraman, kemudian dicuci bersih dan langsung dijemur di atas laha. Tempat penjemuran bebas dari naungan dengan tujuan agar sinarmatahari dapat digunakan seluruhnya.Proses Pengeringan yang dilakukan oleh pengelolah hanya dilakukan dengan memanfaatkan, jika cuaca mendukung / panas hanya membutuhkan waktu setengah hari untuk menjemur ikan tersebut hinga kering.Namun,jika cuaca tidak mendukung atau hujan, biasanya para penggelolah membutuhkan waktu untuk mengeringkan ikan tersebut sampai berhari-hari bahkan sampai ber mainggu-minggu.”

F.     (W): “Bagaimana cara  Pengemasan dan Pemasaran
(BAPAK ISAL): “Ikan  yang sudah menjadi ikan asin tersebut kemudian dikemas dalam wadah yangbetul-betul kering.Wadah yang digunakan adalah kardus atau biasanya bak. Ikan asin ini biasanya dipasarkan ke padaBandar ikan yang berada di pasar ikan atau di warung- warung sekitar.”

G.    (W): “Apa saja alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan ikan asin deng-deng tanjan?”
(BAPAK ISAL): “Alat: pisau,telenan, bak (paso), terpal.Bahan: garam, gula, ketumbar.”


H.    (W): “Berapa Keuntungan dari mengolah ikan asin Deng-deng Tanjan?”
(BAPAK ISAL): “Tergantung dari cuaca, Untuk harga jual ikan Deng-deng Tanjan, pada umumnya mereka membeli dari nelayan seharga Rp.5000 per kilogramDan setelah diproses akan di jual dengan harga Rp. 23000 – 25000 per kilogram.
I.       (W): “Berapa Upah/Gaji yang diberikan kepada para pegawainya.”
(BAPAK ISAL): “Biasanya upah yang dikasih tergantung berapa banyak / berapa banyak ember yang di dapat, misal yang di dapatkan 1 ember seharga Rp.5000 dan upah untuk menjemur per satu lahaRp.2500
J.      (W): “ Jenis-jenis apa saja  ikan yang diasini?”
(BAPAK ISAL): “Yaitu: ikan Deng-deng Tanjan dan ikan Japuh
K.    (W): “Apa saja bahan untuk mengawetkan ikan Deng-deng Tanjan?”
(BAPAK ISAL): “Hanya menggunakan Air, Garam, gula, dan ketumbar.”


BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Pengasinan ikan Asin di daerah Tambak dilakukan secara tradisional, dengan prosestahapan sebagai berikut: pembersihan - penggaraman – penjemuran.
2.      Usaha pengasinan ikan Deng-deng Tanjan ini masih berlaku skala usaha rumah tangga dengan jumlahPekerja sebanyak 7 orang. yang bahan baku ikannya nya berasaldari nelayan karangsong
3.      Dari hasil analisis ekonomi yang telah dilakukan . artinya usaha ini layak untuk dikembangkan. Karena mendapatkan keuntungan yang lumayan.
a.       Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disarankan untuk:
1.       Perlu dilakukan penelitian mengenai kualitas ikan asin  yang dihasilkan sehinggadapat bersaing dengan produk ikan asin  dari daerah lain bahkan di pasar global.
2.      Perlu dikembangkan usaha pengasinan ikan asin ini dari skala rumah tangga menjadiskala usaha yang lebih besar.


PENUTUP
Assalamualaikum wr.wb.
Atas Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan karunia Nya. Pertama- tama saya DINI SARDIYANTI perwakilan dari kelompok 6 meminta maaf jika ada kesalahan kata dan cara penulisan yang kurang menarik, kami  memohon maaf  yang sebesar- besarnya.
Wassalamualaikum wr. wb.